RSS
Tampilkan postingan dengan label Etc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etc. Tampilkan semua postingan

Software Matematika untuk SD

Software pendidikan adalah perangkat lunak yang dapat dijadikan media pembelajaran, salahsatu yang akan azrut share adalah software untuk belajar berhitung matematika anak SD. Apabila bapak dan ibu merasa sulit untuk mengajari anaknya belajar berhitung, bisa menggunakan alternatif lain seperti software matematika ini.
media pembelajaran matematika gratis berbentuk software
Biasanya seorang anak akan lebih tertarik apabila belajar menggunakan media pembelajaran yang menarik, silahkan dicoba saja mengajari anak-anaknya berhitung menggunakan media pembelajaran software pendidikan gratis. Siapa tau dengan media pembelajaran yang menarik ini anak ibu dan bapak bisa lebih cepat menangkap materi pembelajaran matematika.
Apabila ibu dan bapak mau mencoba media pembelajaran software matematika ini, silahkan download softwarenya dengan cara Klik Disini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vocaboly Permudah Belajar Toefl

Vocaboly adalah software untuk belajar kosakata bahasa Inggris. Software ini akan membantu Anda agar lebih mudah dalam mempelajari soal Toefl.
Vocaboly terdiri atas:
  •  VOA khusus Inggris, TOEFL, GMAT, SAT dan GRE. Dengan lebih dari 12.000 kata, setiap kata mengandung makna, simbol fonetis dan pengucapan dengan aksen Amerika yang layak. Anda dapat memilih buku yang sesuai dengan tujuan Anda atau tingkat bahasa Inggris.
  • Kartu Flash Setiap buku berisi delapan kartu flash, setelah Anda menempatkan beberapa kata ke dalam kartu, Anda dapat memilihnya untuk belajar.
  • Tingkatan Kata Setiap kata dapat ditugaskan untuk tingkat kesulitan dari 0 hingga 5, tingkat kesulitan default adalah 0. Anda dapat menyaring daftar kata dengan tingkat kesulitan. Dikombinasikan dengan kartu kata, Anda dapat dengan mudah mengambil kata-kata yang Anda inginkan untuk berkonsentrasi pada.
  • Support Multi-User Setiap user memiliki catatan sendiri yang disimpan secara otomatis ketika Anda berhenti program.
DOWNLOAD SOFTWARE KLIK disini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Model Pembelajaran Open-Ended dalam Pembelajaran Matematika


 Pendekatan open-ended adalah "an instructional strategy that creates interest and stimulates creative mathematical activity in the classroom through students’ collaborative work. Lessons using open-ended problem solving emphasize the process of problem solving activities rather than focusing on the result" (Shimada &Becker, 1997; dan Foong, 2000).
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan dan sosialisasi. Siswa dituntut untuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjutnya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Dengan demikian, model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir. (Ngalimun, 2012) 

Tujuan pembelajaran melalui pendekatan open-ended menurut Nohda (Erman Suherman dkk, 2003:124) yaitu untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif  dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving secara simultan. Dengan kata lain kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap peserta didik agar aktivitas kelas yang penuh ide-ide matematika memacu kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik.
Pendekatan open-ended menjanjikan suaru kesempatan kepada siswa untuk menginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai dengan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya agar kemampuan berpikir matematika siswa dapat berkembang secara maksimal dan pada saat yang sama kegiatan-kegiatan kreatif dari setiap siswa dapat terkomunikasikan melalui proses belajar mengajar. Pokok pikiran dari pembelajaran dengan open-ended yaitu pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif antara matematika dan siswa sehingga mengundang siswa untuk menjawab permasalahan melalui berbagai strategi. Dengan kata lain pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended bersifat terbuka.
Dalam pembelajaran matematika, pendekatan open-ended berarti memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar melalui aktivitas-aktivitas real life dengan menyajikan fenomena alam seterbuka mungkin pada siswa. Bentuk penyajian fenomena dengan terbuka ini dapat dilakukan melalui pembelajaran yang berorientasi pada masalah atau soal atau tugas terbuka. Secara konseptual masalah terbuka dalam pembelajaran Matematika adalah masalah atau soal-soal Matematika yang dirumuskan sedimikian rupa, sehingga memiliki beberapa atau bahkan banyak solusi yang benar, dan terdapat banyak cara untuk mencapai solusi itu.
Dalam pendekatan open-ended guru memberikan permasalahan kepada siswa yang solusinya atau jawabannya tidak hanya ditentukan hanya dengan satu jalan atau cara. Guru harus memanfaatkan keberagaman cara atau prosedur untuk menyelesaikan masalah itu untuk memberi pengalaman siswa dalam menemukan sesuatu yang baru berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan cara berpikir matematika yang telah diperoleh sebelumnya. Keunggulan dari pendekatan ini antara lain:
a.     Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan idenya.
b. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematik secara komprehensif.
c. Siswa dengan kemampuan matematika rendah dapat merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri.
d.      Siswa secara instringsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan.
e. Siswa memiliki pengalaman lebih banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.
Disamping keunggulan yang dapat diperoleh dari pendekatan open-ended, terdapat beberapa kelemahan diantaranya:
a.  Membuat dan menyiapkan permasalahan matematik yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan yang mudah.
b. Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangt sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalahan yang diberikan.
c.    Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka.
d.   Mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi.
Pembelajaran dengan pendekatan Open-ended mengharapkan siswa tidak hanya mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada proses pencarian suatu jawaban. Erman Suherman, dkk (2003:124) mengemukakan bahwa dalam kegiatan matematika dan kegiatan siswa disebut terbuka jika memenuhi ketiga aspek berikut:
a. Kegiatan siswa harus terbuka artinya kegiatan pembelajaran harus mengakomodasi kesempatan siswa untuk melakukan segala sesuatu secara bebas sesuai kehendak mereka.
b. Kegiatan matematika merupakan ragam berpikir artinya kegiatan yang di dalamnya terjadi proses pengabstraksian dari pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari ke dalam dunia matematika atau sebaliknya.
c. Kegiatan siswa dan kegiatan matematika merupakan satu kesatuan. Guru diharapkan dapat mengangkat pemahaman dalam berpikir matematika sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Meskipun pada umumnya guru akan mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan pengalaman dan pertimbangan masing-masing. Guru bisa membelajarkan siswa melalui kegiatan-kegiatan matematika tingkat tinggi yang sistematis atau melalui kegiatan-kegiatan matematika yang mendasar untuk melayani siswa yang kemampuannya rendah. Pendekatan uniteral semacam ini dapat dikatakan terbuka terhadap kebutuhan siswa ataupun terbuka terhadap ide-ide matematika.
Sumber:
Erman Suherman, dkk.(2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.Bandung:JICA UPI.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Model pembelajaran Cooperative Script


A.    Pengertian Cooperative Script
Model belajar Cooperative Script adalah model belajar dimana siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Jadi model pembelajaran Cooperative Script merupakan penyampaian materi ajar yang diawali dengan pemberian wacana atau ringkasan materi ajar kepada siswa yang kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk membacanya sejenak dan memberikan/memasukkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru kedalam materi ajar yang diberikan guru, lalu siswa diarahkan untuk menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dalam meteri yang ada secara bergantian sesama pasangan masing-masing.
B.     Langkah-langkah Model Pembelajaran Cooperative Script
1.      Guru membagi peserta didik untuk berpasangan
2.      Guru membagi wacana/materi untuk dibaca dan dibuat ringkasannya.
3.      Guru dan peserta didik menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapada yang berperan sebagai pendengar.
4.   Pembicara membacakan ringkasannnya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok kedalam ringkasannya.  Sedangkan peserta didik yang lain berperan :
           a.       Menyimak/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
          b.      Membantu mengingat, menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan dengan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5.  Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Dan lakukan kembali kegiatan seperti diatas (langkah pada kegiatan 4)
6.      Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan materi pelajaran.
7.      Penutup
C.    Kelebihan Model Pembelajaran Cooperative Script
Model pembelajaran Cooperative Script baik digunakan dalam pembelajaran untuk menumbuhkan ide-ide atau gagasan baru, daya berfikir kritis serta mengembangkan jiwa keberanian dalam menyampaikan hal-hal baru  yang diyakininya benar.  Sehubungan dengan itu maka kelebihan dari model pembelajaran Cooperative Script adalah sebagai berikut;
1.  Model pembelajaran Cooperative Script  mengajarkan siswa untuk percaya kepada guru dan lebih percaya lagi pada kemampuan sendiri untuk berpikir, mencari informasi dari sumber lain dan belajara dari siswa lain.
2.  Model pembelajaran Cooperative Script mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya. Ini secara  khusus bermakna ketika dalam proses pemecahan masalah.
3.  Model pembelajaran Cooperative Script membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siwa yang kurang pintar dan menerima perbedaan yang ada.
4.  Model pembelajaran Cooperative Script merupakan suatu strategi yang efektif bagi siswa untuk mencapai hasil akademik  dan social termasuk meningkatkan prestasi, percaya diri dan hubungan interpersonal positif antara satu siswa dengan siswa yang lain.
5. Model pembelajaran Cooperative Script banyak menyediakan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan jawabannya dan menilai ketepatan jawaban.
6.      Model pembelajaran Cooperative Script mendorong siswa yang kurang pintar untuk tetap berbuat
7. Interaksi yang terjadi selama pembelajaran Cooperative Script membantu memotivasi siswa dan mendorong pemikirannya.
8.      Dapat meningkatkan atau mengembangkan keterampilan berdiskusi.
9.      Memudahkan siswa melakukan interaksi social
10.  Menghargai ide orang lain.
11.  Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif.
D.    Kekurangan Model pembelajaran Cooperative Script
Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan Model pembelajaran Cooperative Script ini. Adapun yang menjadi kekurangan dari Model pembelajaran Cooperative Script ini adalah :
1.  Beberapa siswa mungkin pada awalnya takut untuk mengeluarkan ide, takut dinilai teman dalam kelompoknya.
2.  Tidak semua siswa mampu menerapkan Model pembelajaran Cooperative Script . Sehingga banyak tersita waktu untuk menjelaskan mengenai model pembelajaran ini.
3.  Penggunaan Model pembelajaran Cooperative Script harus sangat rinci melaporkan setiap penampilan siswa dan tiap tugas siswa, dan banyak menghabiskan waktu untuk menghitung hasil prestasi kelompok.
4.      Sulit membentuk kelompok yang solid yang dapat bekerja sama dengan baik.
5.      Penilaian terhadap murid sebagai individual menjadi sulit karena tersembunyi di dalam kelompok.
Sumber :
Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Model Pembelajaran Tebak Kata

 


Pengertian Model Pembelajaran Tebak Kata
Tebak kata merupakan penyampaian materi ajar dengan menggunakan kata-kata singkat dalam bentuk kartu permainan sehingga anak dapat menerima pesan pembelajaran melalui kartu itu. Untuk itu, buatlah kartu yang didalamnya mengandung berbagai pertanyaan yang membutuhkan satu karta jawaban yang dapat mewakili dari seluruh pertanyaan atau pernyaan yang ada.
Dengan demikian menebak kata merupakan aktivitas pembelajaran yang pertama dan utama dalam mewujudkan keberhasilan proses belajar mengajar. Melalui tebak kata, siswa diarahkan untuk memahami dan mengetahui  pesan-pesan yang terkandung dalam amteri. Jadi dengan mampunya siswa menebak kata berarti mencerminkan kemampuan siswa dalam menguasai dan memahami materi  yang ada.
Langkah-langkah Model Pembelajaran Tebak Kata
1. Guru mempersiapkan kartu yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.
2.   Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi pelajaran selama + 45 menit.
3.    Guru menyusun peserta didik berdiri berpasangan didepan kelas.
4. Seorang peserta didik diberi kartu yang berukuran 10x10 cm yang nantinya dibacakan kepada pasanganya. Seorang peserta didik lainnya diberikan kartu dengan ukuran 5 x 2cm yang isinya tidak boleh dibaca (kertasnya dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga (dengan syarat siswa yang memegang kartu yang berukuran 10x10 cm bisa melihat apa jawabannya).
5.  Peserta didik yang memegang kartu 10x10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasanganya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10x10 cm. Jawaban tepat apabila sesuai isi kartu yang berukuran 5x2 cm tersebut.
6.  Apabila jawabanya tepat (sesuai yang tertulis dikartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada  waktu yang ditetapkan, peserta didik boleh mengarahkan dengan kata-kata lain, dengan syarat tidak langsung memberikan jawabannya.
7.      Pengambilan kesimpulan.
8.      Penutup. 

 

Kelebihan Model Pembelajaran Tebak Kata
Adapun yang menjadi kelebihan dari Model Pembelajaran Tebak Kata adalah sebagai berikut:
1.      Pemebelajaran yang dilakukan lebih menarik karena menggunakan media kartu, sehingga siswa tidak jenuh atau bosan.
2.      Dapat meningkatkan daya berpikir siswa, karena siswa dituntut untuk menjawab suatu kata yang membutuhkan pikiran kritis peserta didik.
3.      Pembelajaran akan lebih berkesan
4.      Melatih siswa untuk menemukan jawaban dengan menggunakan berbagai alternatif jawaban.
5.      Melibatkan seluruh anggota tubuuh dalam proses pembelajaran, seperti berdiri, duduk, dan mencari pasangan.
Kekurangan Model Pembelajaran Tebak Kata
1.     Tidak mudah bagi guru untuk membuat kartu-kartu yang menarik untuk diamati oleh anak didik.
2.     Tidak mudah bagi guru untuk menyusun rangkaian kata perkata di dalam kartu sehingga membutuhkan satu kartu sebagai jawaban hasil tebakan anak didik.
3.   Sering kali siswa beranggapan bahwa model ini bukan untuk belajar, tetapi hanya sebagai permainan sehingga anak didik merasa ini hanya permainan belaka. Padahal model ini dilakukan  dalam rangka mengikutsertakan komponen tubuh siswa dalam proses pembelajaran, seperti berdiri, duduk dan mencari pasangan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Model Pembelajaran Guided Teaching


Pengertian Model  Pembelajaran Guided Teaching
Pembelajaran Guided Teaching adalah pembelajaran yang diawali dengan beberapa pertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa. Guru menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman atau kemampuan siswa, kemudian guru membuat hipotesa atau kesimpulan dan membuat beberapa kategori.
Dengan demikian Model pembelajaran Guided Teaching merupakan rangkaian penyampaian materi ajar yang diawali dari suatu pertanyaan yang dijadikan dasar menyampaikan materi berikutnya.
Langkah-langkah Pembelajaran Guided Teaching
 1. Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui pikiran atau kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Gunakan pertanyaan-pertanyaan yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban.
2.  Berikan waktu beberapa menit kepada siswa untuk menjawab pertanyaan. Anjurkan kepada mereka untuk bekerja berdua atau dalam kelompok kecil.
3. Mintalah siswa utnuk menyampaikan hasil jawaban mereka dan catat jawaban-jawaban yang mereka sampaikan. Jika memungkinkan tulis dipapan tulis dengan mengelompokkan jawaban amereka dalam kategori yang nantinya akan anda sampaikan dalam pembelajaran.
4. Sampaikan poin-poin utama dari materianda dengan ceramah yang interaktif.
5.  Mintalah kepada siswa untuk membandingkan jawaban mereka dengan poin-poin yangtelah anda sampaikan. Catat poin-poin yang dapat memperlua s bahasan materi anda.
6.   Buatlah kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilalui.
7.  Penutup. 
Kelebihan Model  Pembelajaran Guided Teaching
1. Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebab pembelajaran diawali dengan beberapa pertanyaan.
2.   Melatih siswa berfikir untuk menjawab pertanyaan secara benar.
3.Dapat meningkatkan kerjasama siswa, karena dalam belajar dibentuk kelompok-kelompok kecil.

Kekurangan Model  Pembelajaran Guided Teaching
  1. Kadang-kadang terjadi kelarutan dalam pertanyaan sehingga materi yang akan diajarkan kurang tersampaik dengan baik.  
  2. Lebih mengutamakan pembandingan dari materi daripada penyampaian pesan
        materi yang akan disampaikan.
Demikian pembahasan pembelajaran model Guided Teaching, mudah-mudahan dapat diterapkan di kelas bapak/ibu guru untuk lebih mengaktifkan kegiatan pembelajaran. Semoga bermanfaat.
Sumber :
Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Model Pembelajaran Complete Sentence


Pengertian Model Pembelajaran Complete Sentence
Model Pembelajaran Complete Sentence merupakan rangkaian proses pembelajarann yang diawali dengan menyampaikan materi ajar oleh guru, atau dengan penganalisaan terhadap modul yang telah dipersiapkan, pembagian kelompok yang tidak boleh lebih dari tiga orang dengan kemampuan yang heterogen, pemberian lembar kerja yang berisi paragraf yang belum lengkap, lalu diberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan.
Dengan demikian komponen penting dalam pembelajaran model ini adalah model, pembentukan kelompok secara heterogen yang maksimal 3 odang, diskusi dan pengambilan kesimpulan,
Langkah-langkah Model Pembelajaran Complete Sentence
1.      Mempersiapkan lembar kerja siswa dan modul.
2.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
3. Guru menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya.
4.      Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen.
5. Guru membagikan lembar kerja yanga berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.
6.  Peserta didik berdiskusi untuk melengkapi paragraf dengan kunci jawaban yang tersedia.
7.      Peserta didik berdiskusi secara berkelompok.
8.   Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki. Tiap peserta didik membaca sampai mengerti atau hafal.
9.   Kesimpulan.
Kelebihan Model Pembelajaran Complete Sentence
1. Materi akan terarah dan tersaji secara benar, sebab guru terlebih dahulu menjabarkan uraian materi sebelum pembagian kelompok.
2.  Melatih siswa untuk bekerja sama dan menghargai orang lain dalam berdiskusi.
3. Melatih siswa untuk berinteraksi secara baik dengan teman sekelasnya.
4.   Akan dapat memperdalam dan mempertajam pengetahuan siswa melalui lembar kerja yang dibagikan kepadanya, sebab mau tidak mau dia harus menghafal atau paling tidak membaca materi yang diberikan kepadanya.
5. Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa, sebab masing-smasing siswa dimintai tanggung jawabnya atas hasil diskusi.
Kelemahan Model Pembelajaran Complete Sentence
1. Dalam kegiatan diskusi sering hanya beberapa orang saja yang aktif.
2.Pembicaraan dalam diskusi sering melenceng dari materi pembelajaran yang dilakukan.
3. Adanya siswa kurang memiliki bahan dalam melaksanakan diskusi atau tidak mampu untuk menyampaikan pendapatnya dalam diskusi.
Demikian pembahasan pembelajaran model Guided Teaching, mudah-mudahan dapat diterapkan di kelas bapak/ibu guru untuk lebih mengaktifkan kegiatan pembelajaran. Semoga bermanfaat.
Sumber :
Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS